Selamat malam ( whatever anda berada di waktu yang mana ), sebelumnya, mungkin saya ( saya ? saya rasa kita semua ) akan memulainya dengan mengucapkan firman Tuhan sebaik mungkin ( apapun keyakinan anda ). Oke, apa yang akan kita bahas malam ini ? yeah, saya rasa akan sedikit bijak rasanya jika kita sedikit membahas tentang cinta. Apa yang pertama terlintas di benakmu ketika mendengar kata cinta ? Bagi sebagian orang, & mungkin tdk bagi sebagian orang, tapi yg manakah yg mayoritas? Entahlah, & kalaupun disurvei, apakah itu keluar dari hati kita? Atau cuman sekedar paksaan & pengaruh dari orang lain? jadi, apa itu cinta?
Definisi dari arti cinta menurut beberapa tokoh dibawah ini mungkin akan sedikit membuka fikiran kita apa arti cinta sesungguhnya
Gabriel Marcel
Dikutip dari Wikipedia, Gabriel Honoré Marcel, lahir 7 Desember 1889 – meninggal 8 Oktober 1973 pada umur 83 tahun) adalah seorang kritikus musik, pengarang drama, filsuf Perancis, dan tokoh terkemuka eksistensialisme Kristen. Ia adalah penulis lebih dari selusin buku dan setidaknya tiga puluh drama, karya-karyanya berfokus pada pergumulan individu modern dalam suatu masyarakat yang tidak manusiawi secara teknologi. Karya-karya awalnya memperlihatkan ketertarikannya pada idealisme, sebelum di kemudian hari ia memperlihatkan kecondongannya pada eksistensialisme.
Menurutnya, Cinta merupakan pengalaman yang sifatnya intersubyektif. Maksudnya, cinta merupakan pengalaman yang sifatnya amat personal, sangat pribadi dari dua orang yang saling mencintai. Cinta juga merupakan pengalaman hidup yang sifatnya eksistensial, sebab pengalaman akan cinta itu menyangkut keberadaan (eksistensi) setiap manusia yaitu kenyataan, ia ber-koeksistensi (co-exister) bersama dengan orang lain.
Dikutip dari Wikipedia, Gabriel Honoré Marcel, lahir 7 Desember 1889 – meninggal 8 Oktober 1973 pada umur 83 tahun) adalah seorang kritikus musik, pengarang drama, filsuf Perancis, dan tokoh terkemuka eksistensialisme Kristen. Ia adalah penulis lebih dari selusin buku dan setidaknya tiga puluh drama, karya-karyanya berfokus pada pergumulan individu modern dalam suatu masyarakat yang tidak manusiawi secara teknologi. Karya-karya awalnya memperlihatkan ketertarikannya pada idealisme, sebelum di kemudian hari ia memperlihatkan kecondongannya pada eksistensialisme.
Menurutnya, Cinta merupakan pengalaman yang sifatnya intersubyektif. Maksudnya, cinta merupakan pengalaman yang sifatnya amat personal, sangat pribadi dari dua orang yang saling mencintai. Cinta juga merupakan pengalaman hidup yang sifatnya eksistensial, sebab pengalaman akan cinta itu menyangkut keberadaan (eksistensi) setiap manusia yaitu kenyataan, ia ber-koeksistensi (co-exister) bersama dengan orang lain.
So, cinta menurut Gabriel Marcel adalah bagaimana kita mempunyai suatu ikatan terhadap orang lain secara personal, dimana dua orang saling mencintai satu sama lain. Dan bagaimana dengan cinta itu, mereka merasakan pengalaman hidup, keberadaan, dan eksistensinya di dunia ini. Cinta seperti ini mungkin lebih merujuk pada dua insan yang tidak saling mengenal lalu mulai berbicara satu sama lain dan mengenal lebih jauh, lalu tumbuhlah benih-benih suatu rasa yang menyatukan mereka, hingga semakin lama rasa itu semakin besar diantara mereka berdua, dan mengikat mereka dalam suatu eksistensi yang bernama cinta.
John Powell
Dikutip dari Wikipedia, John Wesley Powell (lahir 24 Maret 1834 – meninggal 23 September 1902 pada umur 68 tahun) adalah tentara, geolog, dan pengelana Amerika Serikat. Ia juga menjabat sebagai kepala US Geological Survey (1881–1894). Powell terkenal karena ekspedisinya ke Sungai Hijau, Colorado, dan Grand Canyon pada tahun 1869.
Powell mengingatkan, setidaknya ada tiga segi yang harus terus menerus dijaga:
Cinta berarti menghargai dan mengakui nilai asli dan unik dari orang yang dicintai.
Cinta berati mengakui dan mencoba memenuhi keperluan orang yang dicintai.
Cinta berarti memaafkan dan melupakan kesalahan orang yang dicintai.
John Powell
Dikutip dari Wikipedia, John Wesley Powell (lahir 24 Maret 1834 – meninggal 23 September 1902 pada umur 68 tahun) adalah tentara, geolog, dan pengelana Amerika Serikat. Ia juga menjabat sebagai kepala US Geological Survey (1881–1894). Powell terkenal karena ekspedisinya ke Sungai Hijau, Colorado, dan Grand Canyon pada tahun 1869.
Powell mengingatkan, setidaknya ada tiga segi yang harus terus menerus dijaga:
Cinta berarti menghargai dan mengakui nilai asli dan unik dari orang yang dicintai.
Cinta berati mengakui dan mencoba memenuhi keperluan orang yang dicintai.
Cinta berarti memaafkan dan melupakan kesalahan orang yang dicintai.
Ketika kita saling menghargai dan mengakui apapun yang dimiliki orang-orang yang kita cintai, semua keterbatasan, semua kekurangannya, lalu memaafkan semua kesalahannya, dan mencoba memenuhi apa yang diharapkannya, itulah yang dinamakan cinta. Suatu hubungan baik yang dituju manusia dalam membentuk hidup bersama diwujudkan dalam macam-macam hubungan antara pribadi, seperti hubungan kepercayaan, belaskasihan, simpati dan sebagainya. Semua hubungan ini dapat disatukan dalam satu kata, yakni cinta.
R. Troisfontaines
Menurut Roger Troisfontaines, salah seorang filsuf eropa yang paling berpengaruh yang mempunyai arus pemikiran kontemporer, satu-satunya cara untuk memahami cinta dengan benar, ya dengan mencintai. Sebab, sama seperti satu-satunya cara untuk memahami dengan baik apa itu kepercayaan, ya dengan mempercayai atau percaya.
Beliau berkeyakinan bahwa, ketika kita ingin memahami dan mengerti apa itu cinta, adalah dengan memulai untuk mencintainya, pada apapun yang kita cintai, entah kepada sesama manusia, hewan, tumbuhan, alam sekitar, jagad raya, dan tentu saja kepada Tuhan.
Emmanuel Levinas
Emmanuel Levinas adalah seorang filsuf Perancis kontemporer. Dia terkenal sebagai filsuf etika dengan sebutan Etika Tak Berhingga, bahkan disebut juga satu-satunya moralis dalam pemikiran pada tahun 1981. Levinas menyatakan bahwa cinta merupakan pengalaman yang ambigu. Artinya, di satu pihak cinta itu bisa sedemikian egoistis dan cendrung menutup mata terhadap kepentingan orang lain. Bahkan sedemikuan egoisnya, orang bisa mengabaikan keberadaan Tuhan. Tindakan asosial seperti kekerasan, ketidakadilan, kebencian dan balas dendam merupakan bentuk nyata dari cinta diri dan egoisme. Di lain pihak, cinta bisa sedemikian altruis (penuh pengorbanan).
Inilah yang sering kita saksikan disetiap berita yang disiarkan di beberapa media elektronik, baik itu di televisi, koran, dan tidak sedikit pula dari internet. Terkadang cinta membutakan segalanya, menghalalkan segala cara hanya untuk mencapai suatu tujuan yang belum tentu baik untuk dirinya sendiri dan orang yang dianggapnya dia cintai, dan mengklaim bahwa tindakan itu ia lakukan atas dasar cinta. Lalu tidak sedikit pula khususnya anak-anak muda di zaman sekarang yang sudah salah faham dengan pengertian cinta yang sesungguhnya. Kenyataan bahwa anak-anak yang seharusnya fokus belajar di waktu pagi hingga sore hari, dan mengulang kembali saat menjelang malam, ternyata tidaklah sesuai dengan apa yang sedang terjadi sekarang ini. Mereka dicekoki tontonan yang seharusnya bukan sebuah tontonan yang harus di saksikan, tayangan yang seharusnya hanya ditonton oleh orang dewasa, dan ironisnya, semua tontonan anak-anak nyaris dihilangkan semua di berbagai stasiun televisi lokal kita. Lebih mirisnya lagi, orangtua seakan mempersilahkan anak-anak menyaksikan tayangan yang dirasa tidak layak untuk mereka. You know what? mereka anak-anak, mereka sudah barang tentu akan mencoba meniru apa yang telah dilihatnya, tayangan yang malah menampilkan adegan-adegan yang tidak selayaknya dilihat oleh anak seusianya, mereka tiru dan terus menerus melakukan itu yang mulai mereka yakini adalah cinta. There is no love, but lust.
Namun disisi lain, seseorang akan melakukan apapun demi orang yang dicintainya. Mereka berani berkorban bahkan rela melakukan sesuatu yang sangat beresiko, hanya untuk orang yang mereka cintai.
Dan itulah beberapa makna, pemahaman, dan arti dari kata cinta yang dapat dilihat dari berbagai sudut para pemikir di atas. Hal yang dapat kita simpulkan dari beberapa pandangan diatas tentang cinta adalah, yaitu suatu pengalaman hidup yang terkadang sangat personal yang dirasakan oleh pribadi masing-masing. Cinta juga terkadang menjadi sebuah jalan bagaimana kita saling menghargai, menolong, dan memaafkan kesalahan orang-orang yang kita cintai. Cinta juga dapat berubah menjadi bencana ketika kita salah mengartikan cinta yang sesungguhnya. Dan disinilah peran orangtua untuk harus lebih memperhatikan anak-anaknya agar tidak salah dalam mengambil keputusan atas apa yang akan, sedang, dan telah mereka lakukan.
Dan itulah cinta. semoga kita semua bisa dan selalu merasakan akan indahnya cinta terhadap sesama manusia, semua mahkluk yang Tuhan ciptakan, dan kepada Tuhan itu sendiri. Aamiin.
R. Troisfontaines
Menurut Roger Troisfontaines, salah seorang filsuf eropa yang paling berpengaruh yang mempunyai arus pemikiran kontemporer, satu-satunya cara untuk memahami cinta dengan benar, ya dengan mencintai. Sebab, sama seperti satu-satunya cara untuk memahami dengan baik apa itu kepercayaan, ya dengan mempercayai atau percaya.
Beliau berkeyakinan bahwa, ketika kita ingin memahami dan mengerti apa itu cinta, adalah dengan memulai untuk mencintainya, pada apapun yang kita cintai, entah kepada sesama manusia, hewan, tumbuhan, alam sekitar, jagad raya, dan tentu saja kepada Tuhan.
Emmanuel Levinas
Emmanuel Levinas adalah seorang filsuf Perancis kontemporer. Dia terkenal sebagai filsuf etika dengan sebutan Etika Tak Berhingga, bahkan disebut juga satu-satunya moralis dalam pemikiran pada tahun 1981. Levinas menyatakan bahwa cinta merupakan pengalaman yang ambigu. Artinya, di satu pihak cinta itu bisa sedemikian egoistis dan cendrung menutup mata terhadap kepentingan orang lain. Bahkan sedemikuan egoisnya, orang bisa mengabaikan keberadaan Tuhan. Tindakan asosial seperti kekerasan, ketidakadilan, kebencian dan balas dendam merupakan bentuk nyata dari cinta diri dan egoisme. Di lain pihak, cinta bisa sedemikian altruis (penuh pengorbanan).
Inilah yang sering kita saksikan disetiap berita yang disiarkan di beberapa media elektronik, baik itu di televisi, koran, dan tidak sedikit pula dari internet. Terkadang cinta membutakan segalanya, menghalalkan segala cara hanya untuk mencapai suatu tujuan yang belum tentu baik untuk dirinya sendiri dan orang yang dianggapnya dia cintai, dan mengklaim bahwa tindakan itu ia lakukan atas dasar cinta. Lalu tidak sedikit pula khususnya anak-anak muda di zaman sekarang yang sudah salah faham dengan pengertian cinta yang sesungguhnya. Kenyataan bahwa anak-anak yang seharusnya fokus belajar di waktu pagi hingga sore hari, dan mengulang kembali saat menjelang malam, ternyata tidaklah sesuai dengan apa yang sedang terjadi sekarang ini. Mereka dicekoki tontonan yang seharusnya bukan sebuah tontonan yang harus di saksikan, tayangan yang seharusnya hanya ditonton oleh orang dewasa, dan ironisnya, semua tontonan anak-anak nyaris dihilangkan semua di berbagai stasiun televisi lokal kita. Lebih mirisnya lagi, orangtua seakan mempersilahkan anak-anak menyaksikan tayangan yang dirasa tidak layak untuk mereka. You know what? mereka anak-anak, mereka sudah barang tentu akan mencoba meniru apa yang telah dilihatnya, tayangan yang malah menampilkan adegan-adegan yang tidak selayaknya dilihat oleh anak seusianya, mereka tiru dan terus menerus melakukan itu yang mulai mereka yakini adalah cinta. There is no love, but lust.
Namun disisi lain, seseorang akan melakukan apapun demi orang yang dicintainya. Mereka berani berkorban bahkan rela melakukan sesuatu yang sangat beresiko, hanya untuk orang yang mereka cintai.
Dan itulah beberapa makna, pemahaman, dan arti dari kata cinta yang dapat dilihat dari berbagai sudut para pemikir di atas. Hal yang dapat kita simpulkan dari beberapa pandangan diatas tentang cinta adalah, yaitu suatu pengalaman hidup yang terkadang sangat personal yang dirasakan oleh pribadi masing-masing. Cinta juga terkadang menjadi sebuah jalan bagaimana kita saling menghargai, menolong, dan memaafkan kesalahan orang-orang yang kita cintai. Cinta juga dapat berubah menjadi bencana ketika kita salah mengartikan cinta yang sesungguhnya. Dan disinilah peran orangtua untuk harus lebih memperhatikan anak-anaknya agar tidak salah dalam mengambil keputusan atas apa yang akan, sedang, dan telah mereka lakukan.
Dan itulah cinta. semoga kita semua bisa dan selalu merasakan akan indahnya cinta terhadap sesama manusia, semua mahkluk yang Tuhan ciptakan, dan kepada Tuhan itu sendiri. Aamiin.
Apa Itu Cinta ?
Reviewed by Admin
on
Januari 13, 2018
Rating:
Tidak ada komentar: